Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

REVIEW SHARING THOUGHT TRAVEL

Amelia Utami.

"I never mean to start blogging, I think it's late. But if I didn't start to write, I would never start nothing"


Yang suka liat media sosial saya pasti sudah tau kalau beberapa minggu belakangan ini saya lagi demam sama salah satu drama korea. Yup, School 2017. Ini series School ketiga yang saya tonton setelah School 2013 dan 2015. Dan nampaknya akan menjadi series School favorit saya.

Malam tadi drama dengan jumlah episode 16 ini selesai tayang dengan perolehan rating hanya 4,6 % saja. Sedikit sekali memang kalau dinilai dari rating, tapi siapa yang peduli dengan rating? Kalau saya menikmati dramanya, saya nggak peduli. Bodo amet. Toh School 2015 juga nasibnya sama, meskipun rating rendah tapi berhasil memikat saya untuk menikmati dramanya sampai selesai.

Balik lagi ke School 2017, dari segi cerita memang tidak sekuat School 2013 dan 2015. Saya setuju dengan beberapa komentar netizen yang mengatakan bahwa plotnya agak berantakan. Bagi saya kesalahan itu masih bisa dimaafkan dengan akting dan chemistri para pemainnya yang adorable dan lovely sekali. Beneran deh, menurut saya, untuk ukuran aktor dan artis baru dalam drama, akting pemain School 2017 berhasil mencuri perhatian penonton.

Berikut review saya tentang drama School 2017.

BEWARE SPOILER!

Inti cerita sebenarnya tidak jauh beda dengan series School sebelumnya, yaitu tentang kehidupan anak sekolah beserta problematikanya. Ra Eun Ho (Kim Sejeong) adalah murid SMA berumur 18 tahun dengan peringkat akademik yang rendah. Namun Eun Ho memikiki kepribadian yang ceria dan suka menolong, pintar menggambar serta memiliki impian menjadi penulis webtoon. Suatu saat, Eun Ho terlibat masalah dengan murid yang terkenal suka buat onar dan anak direktur sekolah bernama Hyun Tae Woon (Kim Junghyun).

Di episode satu akting Sejeong langsung buat saya jatuh cinta. Sumpah, doi imut banget.🙈
Ngomong-ngomong tentang Sejeong, saya baru tau ternyata dia penyanyi jebolan dari Produce 101 dan sekarang personil girlband Gugudan. Lebih surprise lagi, School 2017 adalah drama pertama dia. Wow, bagi saya not bad loh aktingnya. Natural dan bikin gemes.

Selanjutnya kenalin murid tukang bikin onar, sikapnya dingin tapi wajahnya cakep, anak direktur sekaligus Mr. X yang suka melindungi kaum yang lemah *alah bahasamu, Ami 😂 : Hyun Tae Woon.

YANG SELALU BIKIN RUSUH TIMELINE. BODYNYA SENDER-ABLE BANGET KAN?
Ngomongin Hyun Tae Woon, udahlah saya udah paling lemah. Wajah cakep, ekspresi dingin dan tingkah konyolnya bikin noona senyam senyum bego sendiri 😍Siapa sangka, usia aslinya adalah 27 tahun, sudah wamil dan sudah lulus kuliah. KURANG LENGKAP APALAGI COBA? Mari kita panggil Oppa ~~~

Jujur saja, salah satu alasan saya menonton drama ini adalah karena mereka berdua. Scene favorit saya adalah ketika mereka saling mengganggu. Aw, chemistrinya dapet banget.

Salah satu scene dari banyak scene yang bikin gemas.
Kabar baiknya, scene pembulian di drama School 2017 ini nggak terlalu parah. Tokoh antagonisnya memang nggak segreget di School 2015, tapi tetap menarik ko. Oh ya, drama ini juga BEBAS SECOND LEAD. Jadi, nggak ada drama patah hati macam School 2015. Lagian sejak awal saya memang tim #TaeWonEunHo.

Dan adegan selanjutnya banyak yang bikin saya jerat jerit dan baper pengen balik ke anak SMA lagi ahahaha.




Dan yeah yang di tunggu-tunggu adalah ketika Tae Woon jatuh cinta pada Eun Ho dan menyatakan perasaannya. 


YA ALLAH PLEASE DEH KO MASA SMA MEREKA INDAH BANGET?

*Ujar netizen yang iri dan dengki

Dan berikut adalah scene-scene tergemas saat mereka sudah jadian.

PENONTON CUMA BISA SENYUM SENYUM.




Tae Woon ini gue curiga bukan anak SMA. Dia bisa seromantis itu gustiiiii.


Kayanya School 2017 ini kisah cinta anak sekolahnya lebih banyak deh ketimbang series sebelumnya. Selain Tae Woon Eun Hoo ada pasangan Dae Hwi Nam Joo yang kisah cintanya lumayan bikin baper.


Saya sebenarnya juga nge-ship mereka :


Yang menjadi nilai plus dari setiap series School adalah pasti sang tokoh utama memiliki sahabat yang baik. Dalam drama ini Eun Ho memiliki Sa Rang. Meskipun keduanya sempat terlibat konflik yang membuat hubungan mereka renggang, tapi mereka berdua bisa menyelesaikannya dengan baik.

Friendship Goals
Finally, I will missed drama a lot. Good casting, good chemistry and good story line for me. Once again, I don't care about rating because I love Tae Woon Oppa. Hahahhaa.

Pasangan soplak


Btw, BTS mereka juga gemesin. Liat aja di chanel KBS 2 di youtube. Bikin penonton susah bedain mana yang acting atau beneran. Hihi

I will miss you, X geng 😂

Dengan segenap hati, saya doakan semoga kalian langgeng sampai di kehidupan nyata. *jiwa shipper*

Kesimpulannya, School 2017 ini recommended untuk ditonton. Kisah persahabatan, mimpi dan cinta di bawakan dengan sangat apik oleh para pemainnya.

Can't wait to next School series! Xoxo 

Sumber foto :

Instagram
Twitter



Love.
Amelia Utami
Share
Tweet
Pin
Share
5 komentar
Kenapa judulnya begitu? Karena memang bikin gila. Halu sehalu-halunya. Bias-sebiasnya. Haha lebay ya? Tapi beneran deh. Setidaknya itulah yang saya rasakan ketika menonton enam drama ini. Bahkan setelah dramanya selesai tayang, saya masih re-watching berkali-kali. Stalking para pemainnya, kehidupan pribadinya dan karirnya. Pokoknya mendadak ngefans saking efek dramanya yang membekas. Ayo siapa yang begitu juga? Ngaku, ngaku, deh 😜

Biasanya yang masuk kategori drama yang bikin "gila" ini karena chemistry antara dua tokoh utamanya klop di mata saya. Apa ya pas nonton feelingnya dapet gitu. Bawaanya pengen jerat jerit, senyum-senyum bego dan berakhir dengan nge-ship mereka! Jadi nggak di liat dari ceritanya ya. Sekali lagi, di liat dari chemistry. Kalau ceritanya biasa aja, tapi pemainnya klop biasanya saya nggak peduli hahaha. 

Berikut drama-drama (yang menurut saya) bikin "gila" mendadak :


  • Princess Hours (2016)


PH adalah drama pertama yang bikin saya susah move on sampai sekarang walaupun sudah 11 tahun lamanya. Ko bisa? Nggak tau juga sih. 11 tahun lalu saya nonton drama ini di Indosiar setiap hari minggu jam 11 siang kalau nggak salah. Langsung jatuh cinta sama chemistry Joo Ji Hoon yang meranin Pangeran Shin dan Yoon Eun Hye yang meranin Shin Chae-Kyung. Oh ya, PH juga drama anak sekolah pertama yang saya tonton dan bikin saya suka sama baju seragam sekolah di Korea! Dari drama ini juga saya jadi suka sama Song Ji-Hyo yang meranin Hyo-Rin. Meskipun perannya antagonis, tapi style pakaian dan gaya rambutnya pernah saya tiru loh.

Udah nggak keitung berapa kali saya re-watching drama dengan jumlah 24 eps ini, sampe bela-belain nyari link download padahal jaman itu cuma ada DVD-nya doang! Nah, bikin gila kan? 

Walaupun banyak yang menghujat, tapi bagi saya mereka cocok meranin Putera dan Puteri Mahkota

  • Reply 1997 (2012)

Drama pertama dari Reply series ini langsung mencuri perhatian dan hati saya gara-gara chemistry koplak antara Seo In Guk dan Eunji. Masih seputar cerita anak sekolah dengan setting tahun 1997, drama ini mengajak penonton untuk menebak siapa yang akan menjadi suami si Eunji di masa depan. Jadi, ceritamya bolak balik masa depan-masa lalu, yang mana ada clue-nya untuk menebak suami Eunji ini.

Memutuskan untuk re-watching karena In Guk dan Eunji sungguhlah panutan untuk pasangan yang awalnya temen jadi demen. Yang sama-sama soplak dan punya dua kepribadian yang beda banget.


  • Healer (2014)

Jika saja saat itu saya tidak meminta drama ini ke teman saya karena iseng, mungkin saya nggak akan tau kalau Ji Chang Wook itu GAN-TENG! Baru episode pertama mata saya langsung jeli...

"EH ITU SIAPA? BENING AMET!"

*langsung googling*

Di episode-episode selanjutnya bisa di tebak lah ya. Senyum-senyum bego atau nggak kerasa jerit histeris. Apalagi kalau adegan bareng Park Min Young. Aduh sweet banget. Emang dasar gue tuh anaknya receh banget ya dikasih adegan begini langsung bias.

Ini baru awalnya aja. Kesananya lebih ambyar.

  • Descendant of The Sun (2016)


Awal-awal nonton Dots....KEMANA AJA GUE SELAMA INI ADA AKTOR CAKEP NAN IMUT BERNAMA SONG JOONG KI? Tapi doi emang jarang nge-drama sih.

Banyak orang yang komentar ceritanya biasa aja lah. Menang karena pemain utamanya aja lah bla bla bla. Tapi, I don't care...I like it *sambil nyanyi* selama ceritanya nggak jelek-jelak amet sih hajaaar terus sampe episode terakhir. Apalagi chemistry Hye Kyo dan babang Joon Ki ini oke.

Si kasep yang mau nikah bulan depan. Nggak sia-sia
saya ngeship mereka 😄
  • Weightlifting fairy Kim Bok Joo (2016)


Drama yang awalnya saya remehkan, tapi setelah nonton beberapa episode....EH KO MEREKA MANIS BANGET! Pantes aja mereka di juluki swag couple. Yang bikin betah tuh gaya pacaran mereka yang lucu dan saling support. Ah, goals banget kan? *itu elo aja kali, Mi 😁*

Sempet dating di dunia nyata mereka dikabarkan putus? Wadaw!
  • School 2017

Nah ini nih couple dramaland yang masih angetan! Hahaha. Dramanya masih on going, tapi chemistry Ra Eun Hoo dan Hyun Tae Woon sungguhlah berhasil membuat hati noona ambyar. Pokoknya susah untuk di deskripsikan karena saking lovelynya mereka dimata saya. Padahal keduanya ini masih baru di dunia drama loh, tapi akting mereka lumayan dan chemistrynya TOP!

CEPETAN NONTON!

*MULAI MERACUNI*

GIMANA NGGAK GEMES????

BTS NYA AJA MENGGEMASKAN! 



Sumber foto :

Asian Wiki
Drama Fever
Google
Twitter


Love.
Amelia Utami
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar

Begitu diberitahu hari ini akan ada pemadaman listrik di kantor, dari semalam saya sudah semangat memasukkan drama korea ke tab dan akan saya tonton nanti kala pemadaman listrik haha. Dan drakor yang baru saja saya tonton berjudul Individualist Ms Jiyoung. Saya tertarik membuat reviewnya karena selain ceritanya menarik, jumlah episodenya hanya 2 saja. 

Drama ini bercerita tentang Jiyoung (Min Hyo-Rin), perempuan lajang penyendiri (dia menyebut dirinya individualis) yang tidak memiliki hubungan tertentu dengan orang-orang sekitarnya. Byeok-Soo (Gong Myung) adalah seorang pria yang tidak mampu hidup tanpa sebuah hubungan dengan orang lain. Lalu kedua orang dengan kepribadian yang sangat berbeda tersebut bertemu dan menjadi tetangga. Keduanya pun saling jatuh cinta.

Yang menarik dalam drama ini adalah dalam beberapa hal (terutama dalam kehidupan sosial) Jiyoung sangat mirip dengan saya. Walaupun tidak seekstrim Jiyoung yang enggan menyapa orang lain, tidak mau menerima bantuan dari orang lain, menutup diri dari kehidupan sosial serta tidak bisa memiliki hubungan yang lama dengan seorang pria, tapi Jiyoung menggambarkan bahwa saya pernah ada di posisinya. 

Saya pernah ada di posisi Jiyoung (mungkin sampe sekarang) yang tidak mau terlalu dekat dengan orang lain karena takut sakit hati atau di kecewakan. Sama seperti Jiyoung, saya tidak punya banyak teman. Lebih suka melakukan sesuatu sendirian jika memang bisa dikerjakan sendiri. Sedikit saja ada yang membuat hati saya terluka, maka detik itu juga saya akan menjaga jarak dengannya. Jika Jiyoung melakukannya karena perasaan takut di sakiti kembali, maka saya melakukannya karena merasa saya tidak pantas memiliki teman yang baik. Saya mungkin lebih pantas sendiri.

Orang tua Jiyoung bercerai sejak dia kecil. Baik bapak dan ibunya tidak ada yang mau mengasuhnya sehingga Jiyoung remaja berani mengambil keputusan bahwa dia akan hidup sendiri dan memutuskan hubungan dengan keluarganya. Bayangkan bagaimana perasannya harus melewati banyak hari sendirian. Melakukan apa-apa sendirian. Jiyoung merasa bahwa seharus-nya dia tidak usah dilahirkan.

Saat menggambarkan bagaimana Jiyoung jujur pada orang tua tentang perasannya yang tidak akan peduli lagi pada keluarganya (dia tidak peduli dibilang egois karena dia merasa tidak melakukan kesalahan. Justru Keluarganya lah yang membuang dirinya), saat itu juga saya ikut merasakan perasaannya. Orang tua (terlepas dari jasanya yang sudah melahirkan dan membesarkan kita) kadang merasa menjadi manusia paling benar dan tidak mau mengakui kesalahan saat ada hal-hal yang menyakitkan anaknya. Ketika anaknya sudah tidak peduli dan mati rasa, dengan alasan-alasan tersebut mereka masih menyalahkan anaknya. Menganggap kita anak durhaka dan tidak tau diri. Padahal sikap ketidakpedulian anak pasti selalu ada alasannya. Pasti selalu ada penyebabnya. Dan kadang perasaan sakit sang anak dipendam sampai ia dewasa dimana akan mempengaruhi kondisi mental dan kehidupan sosialnya.

Lalu bagaimana Jiyoung menghadapi masalahnya selama ini? Selain berkonsultasi dengan psikiater, ia sekeras mungkin menutup diri dari orang lain. Tidak mau menjalin hubungan yang dekat. Dia tidak mau terluka lagi. Dia tidak mau orang lain mengetahui kelemahannya. Ia ingin menunjukkan bahwa ia bisa hidup sendiri. Ia baik-baik saja. Meskipun itu hanya pura-pura, tapi hanya dengan cara itu ia mampu bertahan hidup.

Sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang pria baik dan peduli padanya, yang tidak menyerah mendekatinya meskipun ia menjaga jarak sejauh mungkin. Pelan-pelan Jiyoung menyadari bahwa ia hanya butuh orang yang tepat dalam hidupnya : teman yang tulus serta laki-laki yang mau menerima dan memahaminya. Selama ini ia takut menjalin hubungan yang lama dengan seorang pria karena hatinya sudah mati rasa. Dia lupa bagaimana rasanya merindukan seseorang atau bagaimana rasanya mencemaskan seseorang. Yang ada dalam hatinya hanya perasaan takut dan takut.

Duh manisnya....

Well, dua episode yang menurut saya sangat singkat, padat dan jelas. Dan saya suka endingnya. Manis :) 



Love.
Amelia Utami
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Mendengar drama korea, pasti di benak kamu terpikir tentang cerita cinta yang romantis para aktor dan artis yang perfect banget -ganteng, cantik, kaya, langsing, mukanya mulus kaya jalan tol hahaha-. Kebanyakan cerita drama-drama korea memang monoton, ya begitu-begitu aja sebenarnya. Nggak jauh-jauh dari kehidupan romance, persahabatan dan perebutan kekuasaan. Bikin penonton baper dan nggak sadar ngayal pengen punya kehidupan kaya mereka.

Bangun, gaeeeees! Itu hanya mimpi..... *ditabok* 

Tapi by the way,  tau kah kamu ternyata ada drama-drama korea yang ceritanya dekat dengan realita kehidupan kita? Bahkan tanpa sadar mungkin kita akan berseru "Wah, itu mah sama banget yang gue rasain!".Ya, ternyata nggak semua drama korea itu identik dengan kisah ala Cinderalla dengan bumbu-bumbu kehidupan yang saya rasa nggak mungkin banget terjadi di kehidupan nyata.

Lima drama korea berikut bisa jadi referensi untuk kamu yang bosan dengan cerita yang menoton, di samping juga banyak pesan moral dan pelajaran yang bisa kita ambil. 

1. Misaeng (TvN, 2014)

Hasil gambar untuk misaeng

Jujur saja, awal-awal saya sempat bosan menonton drama ini. Bahkan saya memutuskan untuk berhenti menonton karena saat itu saya merasa drama dengan kisah cinta lebih menarik ketimbang drama mbak-mbak dan mas-mas kantoran . Tapi......

SAYA MENGALAMI HAL YANG SAMA SEPERTI DI DRAMA INI!!!!

Drama Misaeng garis besarnya menceritakan tentang Jang Geu Rae, yang melalui koneksi ibunya, berhasil di terima sebagai karyawan magang di sebuah perusahaan perdagangan internasional. Geu Rae yang hanya memiliki ijazah setara SMA harus berjuang beradaptasi dengan lingkungan kerja yang keras dan tingkat kompetisi yang tinggi. Rekan-rekannya sesama magang adalah yang terbaik, bahkan ada yang lulusan dari luar negeri.

Itulah alasan mengapa saya menonton kembali drama ini. Ceritanya realitis banget. Adegan Geu Rae yang bingung gimana menghidupkan mesin foto copy adalah SAYA BANGET! hahaha sedikit curcol ya di hari pertama saya kerja, saya yang seumur-umur nggak pernah nyentuh mesin foto copy, pernah kebingungan persis kaya orang bloon karena nggak tau gimana menghidupkan mesinnya.

Drama ini layak mendapatkan penghargaan karena ceritanya yang realistis, akting pemainnya yang natural, ending cerita yang tidak dipaksakan dan banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Lupakan cerita tentang cinta-cintaan, karena selama 20 episode nyaris tidak ada adegan percintaan, bahkan setting-nya pun kebanyakan di dalam kantor dan sekitarnya.

Sosok Geu Rae membuktikan walaupun dia hanya lulusan SMA, dia dapat bekerja lebih keras di bandingkan yang lainnya. Dia tidak mau menyerah untuk belajar meskipun atasannya dan rekan-rekannya sering merendahkan dia. Geu Rae tidak memikirkan hasil, dia fokus pada proses. Walaupun hasilnya tidak sesuai dengan yang di harapkannya, dia tidak menyesal karena sudah melakukan hal terbaik yang dia bisa.

Episode-episode akhir adalah episode terbangke karena di jamin menguras emosi dan berhasil membuat saya menangis. Misaeng barhasil menyuguhkan bukan hanya cerita yang berbeda, tapi juga dekat dengan kehidupan kita.

Very Recommended for you, babe!

2. The Producers (KBS2, 2015)

Drama dengan jumlah 12 episode ini pernah membuat saya hampir frustasi karena alur ceritanya yang super lambat dan durasi per-episodenya lama, yaitu sekitar 90 menit sampai 120 menit! Bayangkan gimana saya nggak nguap terus karena bosan coba.
Apa yang membuat saya bertahan sampai episode terakhir? Lagi-lagi ya karena ceritanya. Walaupun di dukung dengan pemain yang berasal dari jajaran artis dan aktor terkenal, tapi bagi saya yang membuat drama ini sangat layak di tonton adalah isi ceritanya.

Gambar terkait

The Producers secara garis besar menceritakan tentang kehidupan di balik layar sebuah acara reality show. Adegan tentang kesibukan syuting, editing dan meeting sepanjang hari bahkan sepanjang malam akan sering kita jumpai di drama ini. Pelajaran yang saya ambil : Jangan kerja di stasiun tv kalau mental kamu lemah. Booo, bayangin, mata dipaksa melek semalaman cuma buat milih judul yang menarik. Belum lagi kalau rating acaranya turun, wah wah siap-siap kena semprot producer.

Kelebihan drama Producers adalah terletak pada detail setiap adegannya. Berasa bukan kaya drama. Ya berasa real aja gitu orang yang lagi kerja terus di rekam. Lumayan nambah wawasan juga bagi saya sih. Saya jadi tau istilah-istilah yang di gunakan oleh orang-orang yang bekerja di stasiun tv. Terus saya juga ikut merasakan gimana suka duka mereka supaya acara yang mereka garap itu bisa menarik perhatian penonton dan mendapatkan rating yang tinggi. Semua itu nggak mudah, loh. 

Salut untuk ide ceritanya!

3. Reply 1988 (TvN, 2015)





Saya pernah membahas drama ini di sini. Bagi saya Reply 1988 adalah drama paket komplit. Dimana hampir semua tema menyatu dalam satu judul drama, yaitu persahabatan, kekeluargaan, percintaan, bahkan hubungan antara tetangga. Yang membuat unik drama ini tentu saja setting cerita di tahun 1988. Bagi kamu yang merindukan masa-masa indah tanpa gadget atau media sosial, cerita kehidupan Dok Sun dan kawan-kawan di jamin bikin ketawa ngakak karena banyak adegan konyol dan lucu. 

Saya sendiri banyak mengambil pelajaran dari drama ini. Salah satunya adalah hubungan antar tetangga yang hangat dan saling membantu, yang sekarang jarang saya temui di tahun 2016. Hubungan antar anggota keluarga juga di bahas secara detail sampai ada beberapa adegan yang membuat saya benar-benar menangis. Dari semua serial Reply, Reply 1988 sejauh ini adalah yang terbaik!

4. Age of Youth (JTBC, 2016)

Nah, drama ini cocok untuk kamu yang sekarang jadi anak kosan atau pernah jadi anak kosan. Ya, Age of Youth menceritakan tentang anak-anak kuliah yang ngekost dan hidupnya jauh dari orang tua.

Hasil gambar untuk age of youth


Dengan cerita yang unik, sayang banget drama ini hanya berjumlah 12 episode saja. Padahal ceritanya masih dapat di kembangkan. Menonton Age of Youth membuat saya teringat kembali saat masih menjadi anak kosan. Saya bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai daerah, yang tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda. Kita pasti pernah merasa kesal dengan teman-teman satu rumah kita, tapi tanpa kita sadari mereka juga yang akan menjaga kita ketika sakit, menghibur kita ketika sedih dan membantu kita ketika mengalami kesulitan

Season 2 pleeeeaaaseeee!!!!

5. Drinking Solo (TvN, 2016)



Ini dia drama terbaru yang belum lama ini saya selesai tonton. Walaupun banyak adegan minum bir sampai teler, tapi sesungguhnya Drinking Solo memberikan banyak pelajaran. Ceritanya berkisar tentang anak-anak muda korea yang berjuang belajar dengan keras demi lulus ujian PNS. Takjub juga loh ternyata di korea sana PNS termasuk dalam daftar pekerjaan idaman, bahkan di ceritakan mereka sampai rela mengikuti akademi atau setara bimbel agar bisa bekerja di kantor pemerintahan.

Sejujurnya saya nggak terlalu fokus dengan cerita cinta para pemain utamanya, yang menjadi tema central dalam drama ini. Saya fokus pada perjuangan murid-murid untuk belajar bahkan dalam kondisi yang sulit. Drama ini memberikan pelajaran bahwa untuk meraih sesuatu yang di impikan memang tidak mudah.

Dan yeah....

If you lonely, sad, bad mood or whatever you feel, drinking solo is the best healing. Walaupun minumnya cuma segelas air putih, hahahahaha.

note : semua gambar di ambil dari google.

Love.
Amelia Utami.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Gambar di ambil dari asianwiki.com
Release Date : 
6 November 2015 - 16 Januari 2016

Network : TvN

Plot :

Pada tahun 1988, Duk Sun (Hyeri), Jung Hwan (Ryoo Joon-Yeol), Sun Woo (Ko Gyung-Pyo) dan Dong Ryong (Lee Dong-Hwi) adalah pelajar SMA dan Taek (Park Bo-Gum) adalah pemain Baduk profesional. Kelima orang itu sudah berteman sejak mereka kecil. Mereka semua tumbuh bersama sebagai tetangga dan keluarga mereka sangat dekat satu sama lain. Mereka selalu berkumpul di kamar Taek dan menghabiskan waktu bersama-sama.

Keluarga Duk Sun miskin dan mereka tinggal di rumah bawah tanah. Ayah Duk Sun (Sung Dong-Il) kehilangan uang karena menjamin hutang untuk orang lain. Namun demikian, Duk Sun memiliki kepribadian yang ceria dan suka menyanyi dan menari. Dia suka berkelahi dengan kakaknya, Bo-Ra (Ryoo Hye-Young).

Jung Hwan sangat suka sepak bola dan keluarganya paling kaya di antara teman-temannya. Sedangkan Sun Woo adalah murid teladan di sekolah, anak yang baik dan kakak yang baik dirumah. Ibu Sun Woo membesarkan Sun Woo dan adiknya sendirian sejak ayah Sun Woo meninggal dunia. Dong Ryong gemar menari dan bergaul dengan empat teman-temannya. Dia menyerah mendaftar ke universitas karena skor akademisnya buruk.

Taek adalah pemain baduk dan suka dijuluki sebagai "Tuhan". Semenjak Drop Out dari sekolah, teman-temannya hanya Duk Sun, Jung Hwan, Sun Woo dan Dong Ryong saja.

sumber dari AsianWiki


*****

Meskipun saya penggemar berat drama korea, tapi saya tidak pernah membuat review khusus di blog saya. Alasannya karena pasti ulasannya banyak dan jujur saja saya males hehe. Tapi untuk drama yang satu ini, saya sengaja membuat review khusus. Sayang saja kalau tidak dibuatkan review.

Oke,kita mulai saja...

Dibandingkan series Reply sebelumnya, yaitu Reply 1997 dan Reply 1994 (belum nonton sampai selesai), bagi saya Reply 1988 adalah yang TERBAIK dan HIGH RECOMMENDED! Terlepas dari #teamJungHwan atau #teamTaek, terlepas dari banyak kritikan netizen yang mengatakan dua episode terakhir adalah yang paling buruk (alah, ini sih bagi #teamJungHwan kaliiii :p), drama ini memiliki banyak pesan moral.

Plot utamanya masih tetap sama ala series Reply, yaitu menebak siapa yang akan menjadi suami Duk Sun di antara ke empat sahabat laki-lakinya. Kalau di Reply 1997 kental sekali cerita romance-nya, di Reply 1988 semuanya imbang. Persahabatan, kekeluargaan, percintaan dan hubungan antar tetangga.

Oh ya waktu drama ini rame akan segera tayang, saya sempat meragukan bahwa Reply 1988 tidak akan sesukses series Reply sebelum-sebelumnya. Alasannya karena semua pemain utamanya tidak terkenal dan tampangnya ya saya akui biasa-biasa saja. Ditambah dengan setting tahun 1988 yang lebih jadul dari 1994 dan 1997. Kebayang dong gaya fashion mereka kaya apa hahaha. Dan awalnya saya pikir akan mengalami kesulitan ketika mengikuti drama ini.

Reply 1988 juga mencatat sebagai series Reply dengan episode terbanyak, yaitu 20 episode dengan durasi yang panjang yaitu satu setengah jam-dua jam/episode.

Ada beberapa kelebihan yang di miliki oleh Reply 1988 yang membuat drama ini berkualitas :


  • Tema. Semua imbang. Walau benang merahnya tetap menebak siapa yang akan menjadi suami Duk Sun. Kamu akan merasakan paket komplit ketika menonton drama ini : persahabatan, kekeluargaan, percintaan dan hubungan antar tetangga. Yang terakhir, saya harus memberi tepuk tangan untuk penulis skenarionya. Siapa sih yang kepikiran akan membawa tema hubungan antar tetangga di sebuah drama? ini secara tidak langsung "menampar" para penonton. Di zaman modern ini, hubungan antar tetangga tidak sedekat ketika kita masih kecil. Sekarang kita lebih acuh dan cuek. Tidak lagi tau apa yang terjadi dengan tetangga kita. Kita hanya bertemu dengan mereka di jalan saja dan hanya menyapa. Di Reply 1988, kita akan menyaksikan bagaimana hangatnya hubungan antar tetangga yang sekarang jarang kita temukan : saling berbagi makanan, menengok tetangga ketika sakit, membantu ketika tetangga mengalami kesulitan dan ikut bahagia ketika mendengar kabar baik dari tetangga.

Belum bisa makan malam kalau belum bagi-bagi makanan ke tetangga :D 
  • Plot yang matang dan rapih. Dari episode pertama sampai terakhir memiliki line story yang unik. Reply 1988 adalah drama korea pertama dengan durasi panjang yang tidak membuat saya bosan. Durasi satu setengah jam tidak terasa karena saya menikmati alur cerita dan jatuh cinta pada setiap karakter tokohnya.
  • Alur cerita lambat tapi masih enak di ikuti. Bisa di hitung dengan jari scene Duk Sun dewasa dan suaminya di tahun 2015. Selebihnya alur mundur. Bahkan di episode ke 18 belum ada tanda-tanda jelas yang menunjukkan siapa suami Duk Sun! Bikin frustasi pokoknya. Semua masih serba bias. Menonton drama ini juga dijamin membuat perasaan kita jungkir balik. Ketawa ngakak, senyam-senyum, terharu sampai nangis termehek-mehek. 
  • Akting para pemainnya. Baru kali ini juga saya jatuh cinta pada semua pemeran di sebuah drama korea. Bukan cuma pemeran utamanya saja, tapi pemeran pembantunya juga. Akting mereka tidak ada yang berlebihan. Semua sesuai dengan porsi peran masing-masing. Dan ciri khas dari series Reply adalah akting pemainnya yang natural. 
  • Properti yang digunakan benar-benar mengajak kita ke kehidupan tahun 1988. Adegan iklan di tv sama olimpiade juara banget! Entah dapet darimana semua properti itu.
  • Drama yang memorable. Reply 1988 akan menjadi drama paling memorable. Saat drama ini selesai, sejujurnya saya ikut sedih karena sepanjang 20 episode saya di ajak bernostalgia dan ikut merasakan kenangan-kenangan masa muda yang di alami oleh para pemainnya. Apalagi ada backsounds dengan lagu-lagu barat yang terkenal pada tahun 80an, seperti Right Here Waiting, Falling in Love With You dll. Sepertinya saya akan susah move on nih hmmmm.
Berikut adegan-adegan terbaik dari Reply 1988 

Adegan terlucu :

Kapan lagi nemu adegan edan ini selain di Reply 1988? HAHAHA

Adegan romantis untuk tim Jung Hwan :



Adegan romantis untuk tim Taek :




PUKPUK UNTUK JUNGHWAN!!!!

Adegan paling haru :

CERITA TENTANG KELUARGA DOK SUN. UDAH ITU AJA.

Saat ayah memberikan kejutan ultah untuk Dok Sun. Karena keluarga Dok Sun miskin, ayah merayakan ultah Dok Sun dan Bora secara bersamaan setiap tahunnya.
Dok Sun menangis saat melihat kamar kosan kakaknya sangat kecil
Ayah memberitahu pada ibu bahwa hutangnya sudah lunas dibayarkan dan mereka bisa hidup kembali dengan layak seperti keluarga lainnya.
Saat para tetangga memberikan bunga kepada Sung Dong Ill yang akan menghadiri perpisahan pensiun dini.
 KAPAN LAGI COBA BISA LIAT TETANGGA YANG PEDULI BEGITU? HUH!
Dok Sun membacakan plakat untuk ayahnya karena sudah bekerja keras dan sekarang resmi pensiun
Satu hari sebelum Bora menikah, ayah membuatkan nasi goreng untuknya dan mereka berdua makan bersama. Mau nangis rasanya karena bisa ngerasain perasaan seorang ayah yang akan ditinggal putrinya menikah.
    ADEGAN YANG BIKIN PATAH HATI :


    SURUH SIAPA NGGAK BERANI NGUNGKAPIN CINTA? SURUH SIAPA HAAAH? GILIRAN DI DULUIN TEMEN SENDIRI MALAH NYALAHIN TIMING. BAAAAH!
    *emosi banget banget pas adegan ini*

    Adegan yang bikin nangis termehek-mehek:

    PERNIKAHAN BORA

    Sung Dong Il bener-bener jago meranin ayah dengan muka memelas begitu. Adek sampai nangis, bang :(


    Bora melihat sepatu yang ia berikan pada ayahnya ternyata kebesaran dan disumpal dengan menggunakan tissue.
    Saat ayah membaca surat dari Bora
    Saat Bora membaca surat dari ayah. Siapin tissue yang banyak :(
    YANG AKAN DI RINDUKAN :






    *****

    SATU KEKURANGAN DARI REPLY 1988, YAITU TIDAK DITAMPILKANNYA PERNIKAHAN DOKSUN DAN TAEK. YANG DITAMPILKAN JUSTRU PERNIKAHAN BORA. PADAHAL BUKAN MEREKA YANG JADI PEMERAN UTAMAAAA GGRRRRR!


    Dok Suk dan Taek di masa tua. Pokoknya jangan ngarepin adegan yang banyak dari mereka. Mereka cuma mau nongol di akhir-akhir episode.


    Kesimpulan :

    Sebenarnya dari awal saya termasuk #teamTaek. Bukan karena tidak suka Jung Hwan, bukan itu. Karena kalau akhirnya sama Jung Hwan pun itu nggak berpengaruh untuk saya. Saya menonton drama ini murni karena suka dengan tema-tema yang di angkatnya, termasuk adegan-adegan yang bikin baper hehehe. Saat tau suami Duk Suk adalah Taek, saya akui saya bahagia banget. Tapi terlepas dari itu, percaya deh, tanpa adanya ship-ship-an, drama ini layak banget untuk di tonton.

    *****

    Terima kasih sudah membaca. Salam dari Jin Joo.


    Notes :

    Gambar di ambil dari pribadi dan berbagai sumber


    Love.
    Amelia Utami
    Share
    Tweet
    Pin
    Share
    2 komentar
    Older Posts

    Categories

    • DRAMA KOREA (5)
    • KATA BICARA (4)
    • RANDOM (1)
    • REVIEW (49)
    • SahabatDifabel (1)
    • SHARING (24)
    • THOUGHT (81)
    • TRAVEL (17)

    recent posts

    Blog Archive

    • ▼  2020 (2)
      • ▼  November 2020 (1)
        • Dilema Penulis Pemula
      • ►  Januari 2020 (1)
    • ►  2019 (3)
      • ►  November 2019 (1)
      • ►  Oktober 2019 (1)
      • ►  Januari 2019 (1)
    • ►  2018 (7)
      • ►  November 2018 (1)
      • ►  Oktober 2018 (1)
      • ►  Maret 2018 (2)
      • ►  Februari 2018 (2)
      • ►  Januari 2018 (1)
    • ►  2017 (47)
      • ►  Desember 2017 (3)
      • ►  November 2017 (2)
      • ►  Oktober 2017 (1)
      • ►  September 2017 (5)
      • ►  Agustus 2017 (8)
      • ►  Juli 2017 (6)
      • ►  Juni 2017 (4)
      • ►  Mei 2017 (6)
      • ►  April 2017 (3)
      • ►  Maret 2017 (2)
      • ►  Februari 2017 (5)
      • ►  Januari 2017 (2)
    • ►  2016 (23)
      • ►  Desember 2016 (3)
      • ►  November 2016 (4)
      • ►  September 2016 (2)
      • ►  Agustus 2016 (2)
      • ►  Juli 2016 (3)
      • ►  Juni 2016 (2)
      • ►  Mei 2016 (1)
      • ►  April 2016 (3)
      • ►  Maret 2016 (1)
      • ►  Februari 2016 (2)
    • ►  2015 (44)
      • ►  Desember 2015 (2)
      • ►  November 2015 (2)
      • ►  Oktober 2015 (1)
      • ►  Agustus 2015 (4)
      • ►  Juli 2015 (5)
      • ►  Juni 2015 (6)
      • ►  Mei 2015 (15)
      • ►  April 2015 (1)
      • ►  Maret 2015 (3)
      • ►  Februari 2015 (3)
      • ►  Januari 2015 (2)
    • ►  2014 (25)
      • ►  Desember 2014 (2)
      • ►  November 2014 (2)
      • ►  Oktober 2014 (1)
      • ►  September 2014 (4)
      • ►  Agustus 2014 (5)
      • ►  Juli 2014 (4)
      • ►  Juni 2014 (1)
      • ►  Mei 2014 (1)
      • ►  Maret 2014 (3)
      • ►  Februari 2014 (2)
    • ►  2013 (7)
      • ►  Desember 2013 (1)
      • ►  Agustus 2013 (2)
      • ►  April 2013 (2)
      • ►  Januari 2013 (2)
    • ►  2012 (13)
      • ►  Desember 2012 (2)
      • ►  Oktober 2012 (1)
      • ►  September 2012 (1)
      • ►  Agustus 2012 (4)
      • ►  April 2012 (4)
      • ►  Februari 2012 (1)

    Pinterest

    Visitors

    Followers

    Populer Post

    • Review Dilan Bagian Kedua : Dia adalah Dilanku Tahun 1991
      Hai, karena saya lagi "libur" puasa dan kebetulan laptop kakak saya lagi nggak di pake, ijinkan saya melanjutkan kembali posting...
    • Bulan Ramadhan : Waktunya untuk Lebih Intropeksi Diri
      Hai, baru bisa  update posting #30hariproduktifmenulis. Sebenarnya ini murni karena kemalasan saya. Maafkan *salim*. Karena sekar...
    • Pengalaman Belanja Buku Via Online
      Tulisan ini tidak bermaksud untuk mempromosikan sebuah akun... Membeli dan membaca buku adalah salah satu hobi saya yang cukup konsist...
    • Pengalaman Menjalankan Diet GM
      Duh, sebenarnya geli ya bikin postingan tentang diet. Seumur hidup saya nggak pernah menjalankan diet karena badan saya pernah terlalu...
    • Jangan Terjebak Cinta yang Rumit
      Perlu di sadari, kehidupan cinta di kehidupan nyata sangat berbeda dengan kehidupan cinta dalam drama korea. Apapun bisa terjadi ...

    Profil

    Foto saya
    Amelia Utami.
    Random blogger. Kadang suka nulis serius, kadang galau, tapi lebih sering curhat.
    Lihat profil lengkapku

    Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates