Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

REVIEW SHARING THOUGHT TRAVEL

Amelia Utami.

"I never mean to start blogging, I think it's late. But if I didn't start to write, I would never start nothing"

Hai, gaessss...


(Dengan suara khas selebgram)

Karena tulisan ini akan sangat santai dan cenderung sesuka hati, jadi saya akan menggunakan kata elo-gue. Biar apa? Ya nggak tahu juga, sih. Pengin aja. 

Seperti foto-foto yang sudah beredar di feed instagram gue (yang gue edit sedikit agar lebih ciamik dan tentu saja agar instagram-able banget. Hidup gue seputar : TJOOOY, EDIT FOTO AJA SAMPAI SATU JAM KARENA BIMBANG PILIH FILTER YANG MANA), kalian pasti sudah tahu gue abis berkelana ke mana. Yup, kota sejuta umat yaitu Yogyakarta. Sungguh, memilih kota tujuan saja di keluarga gue ini rumit sekali sampai nggak kebayang kalau pilih gedung resepsi pernikahan akan serumit apa.

Cerita sedikit ya, awalnya keluarga gue berniat pergi ke Malang. Secara di antara kami belum ada yang pernah ke sana. Wah, gue excited banget, tuh. Kapan lagi bisa jalan-jalan agak jauh tanpa dihantui jatah cuti yang terbatas? LAGIAN, MALANG GITU, LOH. Udaranya mirip Bandung plus GUE UDAH BAYANGIN BROMO. Mulai lah hitung-hitungan biaya akomodasi, penginapan, makan, dan lain-lain.

Beberapa hari kemudian, rencana ke Malang batal karena dirasa ibu dan bapak tidak akan sanggup melakukan perjalanan darat sejauh itu. Kemudian ibu mengusulkan ke Bogor, ingin ke Taman Safari. 

GUE LANGSUNG BERTINDAK DAN MENGAMBIL KEPUTUSAN SEPIHAK  :


KE YOGYAKARTA AJA KALAU GITU. UDAH FIX. DEAL! *maksa*
Daripada nggak jadi sama sekali.

Lagian, gue juga udah punya rencana ke sana.
(Ada udang dibalik bakwan)

Ekspektasi :

Berlari bahagia dengan itinerary
Realita.....


PENUH DRAMA


Ini ceritanya sambil membahas tempat wisata yang gue kunjungi ya. Namanya juga family trip. Meskipun satu keluarga, tapi beda kepala, ya beda pemikiran juga. Dan perlu digarisbawahi...kita harus sabar. Setidaknya, itu lah tips pertama jalan-jalan bersama keluarga yang notabene keluarga gue ini (selain gue dan teteh) nggak suka jalan-jalan.

Notes : Untuk lokasi wisata, silakan searching di google. 
Jangan males! *kejam* hahaha.

1. Taman Sari

Betul kata orang, dibalik foto yang bagus, ada perjuangan di balik layarnya. Jadi, seperti yang sudah gue ceritain di instagram, gue mengunjungi Taman Sari di saat layanan pengunjung tutup lima belas menit lagi! Gimana gue nggak senewen, coba. Taman sari menjadi list pertama yang akan gue kunjungi setiba di Yogyakarta. Kok bisa ngaret? Hihi drama has begun! Waktu terbuang karena mencari makan siang.

Gue, bapak, teteh, aa : Makan di mana aja yang penting makan.
Ibu    : Nggak suka makanan itu
Supir : akhirnya mutar-mutar nggak jelas.
Gue : terlalu lelah untuk cari tempat makan di google.

Ya memang salah gue sih nggak bikin daftar kuliner. Bukan bermaksud membela diri, tapi awalnya gue pikir yang namanya makanan itu gampang dicari, jadi nggak perlu direncanain. Lagian, kalau jalan-jalan gue bukan tipe yang harus nyobain makanan ini itu dan sejujurnya gue nggak rewel harus makan apa, yang penting rasanya nggak ngaco aja.

doc pribadi
Biaya masuknya Rp 5.000/orang. Kalau bawa kamera selain HP, tambahan Rp.3000

Waktu ke sana kolam pemandiannya sedang di renovasi jadi gue nggak bisa foto-foto. Dan jujur saja sampai sana agak bingung karena mana sih lokasi yang hits di instagram itu? perasaan area wisatanya nggak luas-luas banget dan cuma gitu-gitu aja. Ternyata eh ternyata, lokasi yang menariknya itu ada di ruang bawah tanah. Dengan bantuan bapak guide, gue dibimbing ke tempat tujuan melewati gang-gang rumah penduduk. Menariknya, guide nggak diam aja. Sepanjang jalan, beliau aktif nyeritain sejarah Taman Sari. Saking menariknya, beberapa kali gue sempat nanya-nanya yang lumayan menambah pengetahuan gue.

Ruang bawah tanahnya itu masuk lewat bangunan yang konon katanya dulu adalah sebuah masjid yang imamnya perempuan. 

JENG...JENG...JENG...DRAMA LAIN DIMULAI!
Bapak nggak mau masuk karena takut. Gue dan teteh udah deg-degan, gitu. Masa sih udah sampai sini balik lagi? Kan nggak mungkin. Nggak enak juga sama guide! Kita rada berdebat, gitu. Gue tetap bakal masuk. Ibu dan teteh bersedia menemani. Aa tadinya ragu, tapi akhirnya dibujuk guide kalau di bawah itu aman dan banyak orang. Akhirnya kita berempat yang masuk dan bapak tetap nggak mau. 

SABAAAAAR!


Enaknya pake guide ini kita bisa dapat spot foto yang sepi, damai, dan tentram dari cengkeraman pengunjung yang berebut mau foto.

doc pribadi
2. Bakpia Kencana

Kalian wajib bawa pulang oleh-oleh ini karena dari segi tekstur  menurut gue lebih lembut dari bakpia lain, serta varian rasanya lebih banyak. Favorit gue keju dan green tea! 

3. Malioboro

Udahlah ya nggak usah dibahas, orang gue aja cuma beli celana pendek untuk tidur hahaha. Selebihnya? Ngantuuuk, bos! 

Ada drama lagi? Oh, tentu ada!
Lagi dan lagi, seakan tidak ada kapok-kapoknya, kita salah pilih tempat makan lagi. Kali ini lebih parah. Udah rasanya nggak enak, harganya mahal pula.

Perasaan gue malam itu....
MARI KITA KE HOTEL SAJAAAA


Oh ya, gue nginap di Hotel Best City. Masih di daerah kotanya. Nggak sempat difoto, tapi review dari gue memuaskan. Dari segi kamar, kamar mandi, serta pelayanan. Pokoknya oke. Harganya juga worth it!

4. Kali Biru, Kulon Progo.

Hari berikutnya, gue lebih optimis tidak akan ada lagi drama, serta tidak lupa berdoa agar hari lebih indah dari kemarin (hahaha lebay nggak tuh? saking gue merasa kemarin itu unlucky, ditambah badan pegal samsek karena perjalanan tujuh jam).

Perjalanan dimulai dengan sarapan soto babat yang aduhai...rasanya enak banget! Dan dilanjut menuju daerah Kulon Progo. Gue semakin optimis karena perjalanan ke sana menyenangkan dengan pemandangan khas daerah pegunungan, serta cuaca yang cerah dan udara sejuk. Bapak dan ibu juga banyak diskusi tentang pembangunan sepanjang jalan. 

Kawasan Kali Biru ini banyak wisatanya, tapi yang gue kunjungi cuma tiga tempat : Waduk Sermo, Wisata Alam Kali Biru, dan Pantai Glagah Indah.

  • Waduk Sermo
        Tiket masuk : Rp. 5000/orang

      Sesuai ekspektasi, waduk ini emang bagus pemandangannya. Terus, yang gue suka nggak banyak pengunjung jadi berasa kaya duduk dan pure menatap pemandangan *ceila. Pesan gue sih hati-hati aja pas foto karena tanahnya itu cukup curam, jadi rawan kepeleset. Selebihnya sih, aman. Gratis angin sepoi-sepoi juga. Bapak, ibu dan aa juga suka. Gue dan teteh seperti biasa sibuk foto-foto.

Ingat, travelling not is not just destination, but also capture moments to increase memory.

HAHAHA PEMBELAAN DIRI

doc pribadi
  • Wisata Alam Kali Biru
      Ini nih bagian serunya! Jalan menuju wisata alamnya berkelok dan menanjak banget. Sempat khawatir mobil pribadi nggak akan kuat ditambah salah jalan pulak ke hutan-hutan, tapi untungnya ada petugas yang siap siaga kasih petunjuk dan mengarahkan. 

doc pribadi
Harga tiket : 10.000/orang

Another drama is...BAPAK IBU nggak mau naik!
Oh baiklah, kali ini gue maklumi banget karena jalan menuju wahananya itu memang nanjak banget banget. Gue aja ngerasa kaki ini kaya udah mau lepas. Kalau bukan demi melihat pemandangan bagus, wasalam gue juga nyerah.

Mereka nunggu di bangunan pondok hihi. 
Jadi, yang naik ke atas cuma gue, teteh, aa, beserta supir. Kalau udah pernah ke Maribaya Lounge, ya kira-kira sama lah wisata yang ditawarkan. Bedanya, jalan di Kali Biru ini lebih menanjak dan rawan jatuh, juga pemandangan lebih bagus dengan Waduk Sermo di bawahnya. Mau selfie? bayar lagi dong! Tiketnya Rp. 35.000/orang sudah dapat empat foto. Kalau mau nambah foto bayar lagi Rp. 5.000/foto.

doc pribadi
  • Pantai Glagah Indah
     Awalnya nggak ada niat ke sini karena rencana awal mau ke Parangtritis, tapi gagal total hahaha. Tiketnya Rp.5000/orang. Pantainya sepi. Mungkin gue ke sana pas siang hari bolong di mana panasnya nggak nyantai banget. Kondisi pantainya biasa aja, sih. Lebih bagus Pantai Indrayanti di Gunung Kidul. Namun, karena gue tipe anak yang nggak mau rugi udah datang tapi nggak dapat apa-apa, akhirnya gue nggak sengaja menemukan spot foto bagus. Ya mirip-mirip dikit kaya di Pantai Busan lah (sotoy amat padahal belum pernah ke sana).

banyak sampah hiks
doc pribadi
  • Selfie Bunga Matahari
      Nggak sengaja nemu wisata ini saat menuju Pantai Glagah Indah. Well, menurut gue meskipun judulnya kaya tempat wisata gitu, sebenarnya ini lebih mirip taman mini yang dimiliki oleh sebuah keluarga. Sebenarnya nggak ada harga tiket yang tercantum, tapi kita cukup tahu diri dan mengeluarkan Rp. 5000/orang. Bunga mataharinya nggak banyak karena katanya lagi susah cari bibitnya atau gimana gitu. Gue nggak jelas denger dari penjaganya. Terlepas dari itu, ada beberapa bunga yang bagus banget untuk foto.


doc pribadi

Ada cerita sedikit mistis. Ini ibu gue sih yang cerita. Jadi, di sekitar Pantai Glagah Indah lagi ada proyek pembangunan bandara baru. Pantes kalau pantai ini agak sepi dari pengunjung dan kata si penjaga bunga, proyek tersebut udah banyak makan "korban". Banyak yang meninggal karena kejatuhan alat sampai wajahnya hancur lah, meninggal karena ketimbun tanah dan mayatnya dicari nggak ketemu, dan beberapa ada yang hilang begitu aja dan ada yang baru kembali beberapa hari kemudian. Waktu korban ditanya, katanya kaya di bawah laut tapi nggak dikasih makan apa-apa. Hmmm pas dengar cerita itu, gue antara percaya atau nggak, tapi memang aura di sekitar pantai tuh beda. Selain kaya sepi gitu, pasirnya tuh panas banget (Gue bandingin sama waktu ke Pantai Indrayanti yang sama-sama berkunjung di siang hari, tapi pas nginjak pasir pantai nggak panas. Tapi entah lah ya wallahualam). Balik lagi sih sama niat kita. Gue pribadi kan ke sana niat wisata, bukan yang macam-macam. Jadi, mana sempat kepikiran hal-hal yang mistis begitu.



NGGAK ADA FOTO BERLIMA KARENA GANTI-GANTIAN HAHAHA
ITU JUGA FOTO DENGAN MUKA YANG CAPEK POOOL

Inti dari family trip ini apa sih? Meskipun pasti aja ada drama-drama, tapi bersyukur masih dikasih rezeki untuk jalan-jalan bersama. Masih banyak diluar sana entah karena kesibukan atau hal lain, belum sempat menghabiskan waktu bersama keluarga. Tidak ada trip yang sempurna, tapi dengan kebersamaan ini semoga keluarga kami selalu kompak dalam situasi apa pun. Amin.




Love.
Amelia Utami
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Huaaaaaaaaa! 

Nggak kerasa ya postingan jalan-jalan ke Thailand udah masuk bagian akhir aja *yang ngetiknya mah cangkeul* 😭. Kali ini saya nggak akan lagi bahas tentang budget perjalanan atau itinerary. Untuk kedua hal itu silakan baca di post sebelumnya :

  1. The Sister Goes to Thailand (Part 1) : Review Hotel and Travel Agent
  2. The Sister Goes to Thailand (Part 2) : Bangkok
  3. The Sister Goes to Thailand (Part 3) : Pattaya

Gambar yang saya ambil ketika mau masuk bus. Meskipun nggak sempat menikmati naik tuk-tuk. Setidaknya ada foto untuk kenang-kenangan😁
Saya mau cerita yang ringan-ringan aja. Saking ringannya, mungkin postingan ini akan kurang berfaedah jika di tinjau dari segi traveller 😱Oke, yang pertama saya mau bahas tentang...travel agent Thailand! Loh ko bahas travel agent lagi? Kan sudah di bahas di part 1. Memang sudah, tapi hanya sekilas. Namanya doang. Yup, Sky Hub. Jadi, di Thailand itu buanyaaak sekali travel agent dan mereka saling bersaing. Hikmah yang bisa saya ambil dengan travelling menggunakan travel agent adalah saya jadi tau service mereka terhadap wisatawan asing itu bagaimana.

Sky Hub sendiri menunjuk Ms Waramas atau di panggil Ms Maya sebagai tour guide kami selama melancong di Thailand. Kesan pertama bertemu dengan Ms Maya saat sarapan di hotel Bangkok adalah guide yang ramah, cekatan dan sangat disiplin waktu. Kami di beritahu akan dijemput besok pagi pukul 07.45. Yup, bus dan guide datang tepat waktu!

Di setiap kursi penumpang bus di sediakan plastik untuk membuang sampah. Yang membuang sampah sembarangan di Thailand akan di denda 2000 baht (Rp. 800.000). Tanpa terkecuali di dalam bus!
Saat kami hendak makan siang di Bangkok, Ms Maya memberitahu bahwa kami harus sudah kumpul pukul 13.20. Salah satu peserta tour menyeletuk, "Di Indonesia itu sama aja pukul setengah 2, Miss". Dan tau apa jawaban Ms Maya? "Beda dong, setengah 2 itu 10 menit lagi". Skak mat! Jadi malu juga kan karena tau kebiasaan ngaret orang Indonesia.

Dari Ms Maya juga kami jadi tau beberapa fakta menarik tentang Thailand dan masyarakatnya :

  • Orang Thailand kebanyakan tidak fasih Bahasa Inggris. Kalaupun bisa, aksennya tidak jelas atau kurang bagus. Contohnya : "How much?", orang Thailand akan mengucapkannya "Howmat". Mereka lebih memilih belajar Bahasa Mandarin sebagai bahasa kedua mereka.
  • Orang Thailand tidak jelas mengucapkan huruf S. Misalnya SMS, mereka akan mengucapkannya dengan TMT, accessories jadi accessorrie. Pusing, kan? 
  • Minuman di Thailand lebih manis dari Indonesia. Nggak heran angka diabetes di negara ini tinggi sekali 😱
  • Terjawab sudah mengapa Bangkok menjadi salah satu kota paling macet di dunia. Penduduknya lebih mementingkan beli mobil dulu baru rumah. Alasannya karena gengsi. Hampir sama sih kaya masyarakat Indonesia 😂
  • Togel dan judi di legalkan oleh pemerintah. Polisi malah dengan santai menonton mereka yang sedang main judi di pinggir jalan. Alamaaak!
  • Taukah kamu bahwa Bangkok bukan nama asli ibu kota Thailand? Nama asli Bangkok ternyata panjang sekali, yaitu Krung Thep Mahanakhon Amon Rattanakosin Mahinthara Ayuthaya Mahadilok Phop Noppharat Ratchathani Burirom Udomratchaniwet Mahasathan Amon Piman Awatan Sathit Sakkathattiya Witsanukam Prasit. Dan SEMUA PELAJAR di Thailand harus afal nama asli ibu kota negara mereka. MAMPUS NGGAK, TUH? Untung aing orang Indonesia ya Allah 😭
Selama di Thailand, jadwal tour kami padat. Keluar dari hotel pukul 8 pagi baru kembali ke hotel pukul 10 malam. Dengan rentang waktu yang panjang itu, tidak ada satu pun tempat wisata yang terlewati dan SEMUA SESUAI DENGAN JADWAL. Nggak heran sih wisatawan asing yang berkunjung ke Thailand itu angkanya lebih tinggi dari Indonesia. Di liat dari travel agentnya saja sudah profesional. Beberapa kali saya bertemu dengan guide yang lancar berbicara Bahasa Indonesia, Spanyol, Mandarin dan Inggris saat memandu turis asing. Belum lagi bus pariwisatanya yang bagus dan bersih. Padahal paket wisata yang kami pilih ini paket yang paling murah loh! 😂 Dalam hal ini, di mata saya, pemerintah Thailand terbukti total dalam mempromosikan pariwisata negaranya. Di hari terakhir, kami di haruskan mengisi kuesioner dan tentu saja saya memilih Good Service untuk Ms Waramas yang sabar dan murah senyum 😄

Namanya juga travelling menggunakan travel agent ya, jadi kami harus bekerja sama dengan peserta tour lain. Dan yeah selalu ada drama peserta tour.

  • Drama tiga ibu-ibu yang suka telat dan komplain. Di antara kami semua, mereka yang suka telat kembali ke bus. Selalu ngaret dan terpaksa kami harus menunggu 10-15 menit. Ms Maya sampai menegur karena travel agent di Thailand sangat disiplin soal waktu. Pernah ada yang di tinggal beneran, loh. Oh iya, mereka juga yang suka komplain dan bawel. "Kapan kita ke wisata sini, Miss?", "Ko kita nggak ke tempat itu?" Bla bla bla. Ya ampun please deh kan udah ada jadwal itinerary-nya buibuk!
  • Drama nenek yang kecapean. INI NIH YANG SUKA BIKIN SAYA DAN KAKAK SAYA KETAWA. Jadi, ada peserta tour nenek-nenek yang kami panggil popong. Hebat loh karena beliau udah travelling ke Hongkong, China dan negara asia lain. Ya maklum lah ya namanya juga udah tua, dia pernah teriak di dalam bus saat malem, tapi kami masih jalan. "Miss, besok jalannya jangan malam-malam ya. Kaki saya nggak kuat jalan". Buahahaha dikira peserta tour-nya dia doang kali ya! Terus di Pattaya dia cuma pake celana kaya piyama gitu dan pas jalan, celananya panjang sebelah, pendek sebelah, sambil ngomel-ngomel : "Ini yang terakhir gue pergi travel. Gue mau istirahat. Udah capek". Puncaknya pas di Nong Nooch Village dia pipis di toilet cowok. Pas ditegur, dia jawab dengan santai : "Bodo amet. Gue kebelet pipis". SEHAT, NEK? 😂😂😂
  • Drama bapak aneh. Ada peserta tour bapak-bapak yang suka "gangguin" saya dan kakak. Beliau kalau ngeliat kami bawaannya heran mulu. "Kalian berdua aja ke Thailand? Berani ya" atau "Kalian di cariin sama ibu bapak nggak?" atau "bawa kopernya kuat nggak?". ALLAHU AKBAR DIKIRA KITA ANAK KECIL 😭😭😭Pak, kami udah kerja, pak! 
Bandara Don Moeang Bangkok yang ternyata lebih luas dari perkiraan saya.
Udah masuk gate masih aja belanja. ITU KAKAK GUE!

Ada baiknya nukar uang baht dimana?
Di Indonesia. Dan kalau bisa nukarnya 2x. Dari rupiah ke dollar,dari dollar ke baht karena nilainya lebih tinggi. Jangan kaya saya nukar baht di Thailand. Jatuhnya jauh lebih mahal 1 baht/420 yang harusnya 400.

Uang baht Thailand
Beli oleh-oleh dimana? Apa aja?
Di pasar makanan kering Pattaya. Lupa namanya hahaha. Kalau saya sih beli oleh-oleh makanan kaya kripik duren monthong yang terkenal itu, permen mangga dan durian, cokelat gajah, matcha greentea latte dan pocky. 


Selain makanan, kami juga beli sabun wangi khas Thailand. Ini beli di bandara. Lebih murah beli di Floating Market Pattaya.
Selebihnya sih beli oleh-oleh standar kaya gantungan kunci, kaos, tas, pouch dan printilan-printilan lain. Belinya di pasar Wat Arun.

Pengeluaran terbesar buat apa aja selain buat oleh-oleh?
Buat jajan dan makan di pesawat kali ya haha. Karena perjalanan Jakarta-Bangkok ditempuh selama 3,5 jam, saya nggak kuat kalau nggak makan dan minum 😁

Nasi Bali yang dibeli dipesawat. Harganya? 55 ribu! Haha
Seru nggak travelling sama saudara kandung?
Seru, tapi bukan berarti kita nggak pernah berantem selama di Thailand ya wkwk. Paling sebel kalau saya udah capek, kakak saya masih punya energi untuk foto-foto dan terpaksa saya ngikutin atau kalau kakak saya jalannya lelet, saya melangkah jauh lebih cepat ke depan hahaha. Dan yang lebih dongkol kakak saya itu kalau dandan luamaaaa. Pake maskara dulu, eyeliner, dll. Sempet gitu ya? Hmmmm.

Sekian cerita ringan dari jalan-jalan ke Thailand. 
Good Bye!
Sampai ketemu di postingan jalan-jalan berikutnya 😘


Love.
Amelia Utami
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Tiba di Pattaya pada malam hari kami langsung di sambut oleh gemerlapnya lampu-lampu kota, suara musik yang mengalun kencang, serta cafe dan trotoar jalan yang di penuhi oleh wisatawan asing maupun masyarakat lokal. Tak heran, Pattaya di sebut juga dengan kota malam karena memang surganya hiburan malam.

Suasana Pattaya di malam hari. 
Di perjalanan menuju Museum 3D Art In Paradise, Ms Maya bercerita bahwa hiburan malam di Pattaya seperti pijat plus plus, wanita "malam", banci show, striptis dance banci sampai show banci telanjang (wadaw)- bebas beroperasi dan dilegalkan oleh pemerintah. Hmmm hati-hati ya bagi yang bawa suami atau pacar. Pegangin yang kenceng biar malamnya nggak kabur hahaha.

Sama seperti di Bangkok, di Pattaya pun kami di tawarkan untuk mengunjungi wisata tambahan (dengan biaya tambahan pula tentunya) di luar itinerary, yaitu Alcazar "banci" Show. Tenaaang, kalau show ini sih aman. Kata Ms Maya hanya atraksi banci biasa. Saya sendiri nggak begitu tertarik jadi nggak ikut dalam wisata tambahan tersebut. Ketika tiba di Alcazar untuk mengantar peserta lain yang ingin nonton, saya iseng melihat keluar jendela bus dan...benar adanya bahwa banci Thailand itu cantik-cantik, bo! Yang saya salut sih riasan make up mereka. Asli, rapih amet. Saya aja yang perempuan tulen belum tentu bisa dandan begitu.

Kami tiba di Museum 3D Art in Paradise sekitar pukul 8 malam.

Pintu Masuk Art in Paradise
Museum 3D ini mengingatkan saya pada De Mata Yogyakarta. Sama-sama mengusung lukisan 3D, bedanya Art in Paradise Pattaya lebih luas dan gambarnya lebih beragam menurut saya. Ada beberapa lukisan 3D yang sama persis seperti di De Mata. Oh ya, bedanya lagi kalau di Art in Paradise kita harus melepaskan alas kaki kita.




Keluar dari De Mata, kami berpencar jalan kaki menikmati kota Pattaya di malam hari. Makin malam, makin ramai. Makin malam, musiknya makin kencang. Makin malam, banyak perempuan dengan pakaian yang makin pendek. Saya ngapain? Jalan kaki nemenin kakak saya ke drug store beli hansaplast. Duh, jauh-jauh ke Pattaya hahaha.

Besok paginya kami dapet bonus mengunjungi pantai Pattaya hanya 15 menit saja! Yup, karena jadwal yang padat kami ke pantai cuma buat foto-foto saja. Lumayan lah ya daripada nggak sama sekali. Dan menurut saya, pantainya B saja. Kalau mau melihat pantai Pattaya yang lebih bagus, kita harus menyebrang lagi menggunakan perahu. Di sana ada pulau yang kata Ms Maya pantainya jauh lebih bagus. Sayangnya, kami nggak kesana.



Perjalanan berlanjut menuju Honey Bee Farm. Saya kira awalnya cuma toko madu biasa. Nggak taunya ini peternakan lebah. Menarik. Semua tentang lebah bisa di ketahui di tempat ini, mulai dari lahirnya lebah, terbentuknya sarang hingga mengeluarkan madu berkualitas yang berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Kandang lebah yang paling kecil
Pemandu kami asal Indonesia di Honey Bee
Kami menghabiskan waktu di Honey Bee lumayan lama. Sekitar 1,5 jam. Di ruangan khusus kami di ajak untuk mencicipi madu murni. Rasanya beda dari madu yang dijual di pasaran.

Saya sampai habis 3 gelas saking enaknya hehe
Setelah dari Honey Bee kami melanjutkan perjalanan menuju Floating Market Pattaya! Belanja lagi, kuliner lagi. Buat kamu yang belum puas belanja oleh-oleh, kamu bisa beli di Floating Market ini. Harganya nggak jauh beda dengan di Wat Arun.


Dalamnya sih hampir sama kaya Floating Market Lembang. Bedanya FM Pattaya ini bagi saya lebih alami dan apa adanya gitu loh. Jadi nggak keliatan buatannya. Ya kaya pasar apung beneran. Eh, emang beneran sih hahaha.



Bagi yang beragama islam, hati-hati dalam membeli makanan di sana ya. Ada beberapa makanan yang tidak halal, seperti sate buaya dan sea food dengan minyak babi. Jangan lupa cobain duren montong yang katanya endeus banget! (Ps : saya nggak suka durian sih haha)


Nong Nooch Village menjadi wisata yang kami kunjungi selanjutnya. Ada dua show yang kami tonton yaitu Cultural Show dan Elephant Show.

Cultural Show yang menceritakan cerita rakyat Thailand.
Cultural Show yang menceritakan permainan tradisional Thailand.
Penutupan Cultural Show yang megah.
Show yang tidak boleh di lewatkan juga adalah Elephant Show. Secara udah jauh-jauh datang ke negeri gajah pasti pengen tau dong atraksi gajah di sana tuh kaya gimana.



Untuk pertunjukkannya B aja, tapi untuk gajahnya saya kagum karena baru pertama kali liat ada gajah yang badannya gede banget. Waktu belalainya ngedeketin ke tempat duduk penonton, alhasil saya ikut jerat jerit (haha mulai lebai). Di show ini kita juga boleh ngasih makanan dan foto bareng dengan gajahnya.

Oh ya, Nong Nooch Village ini sebenarnya kaya tropis garden gitu. Banyak bunga-bunga dan kebun kaya di Taman Bunga Nusantara Cianjur. Kalau saya sih nggak sempet foto di kebunnya karena sibuk ngabisin makan siang. Lapar boo lapaaar! 😂


Hari makin siang dan cuaca kota Pattaya makin panas. Kami masih semangat melanjutkan perjalanan ke Silverlake Vineyard, kebun anggur milik artis terkenal di Thailand. Wow!

Selain terkenal dengan minuman anggurnya, Silverlake juga terkenal dengan pemandangannya yang indah (katanya sering dijadikan lokasi syuting dan prewedding). Dan juga instagram-able banget. Kids jaman now pasti suka 😁



Dan wisata terakhir yang kami kunjungi di Pattaya adalah Gems Jewellery. Yup, yang mau shopping berlian atau perhiasan dengan batu permata dengan harga paling murah 800 ribu dan ada yang mencapai 250 juta, silakan datang ke tempat ini. Sebelum ke tokonya, kami di ajak wisata dulu tentang sejarah permata dan proses pembuatannya dengan menggunakan kereta api bawah tanah.

Kereta yang menemani kita
Patung yang memperagakan proses menambang batu permata
Patung yang memperagakan salah satu proses pembuatan permata
Kami yang belum mampu membeli perhiasan permata, cukup terhibur dengan adanya wisata permata dengan menggunakan kereta ini. Ada nggak peserta tour yang beli? Adaaaa. Dan saya langsung bisik-bisikkan sama kakak, "Itu pasti uang sakunya banyak banget". Apalah daya kami yang uang sakunya pas-pasan hahaha.

Dibandingkan di Bangkok, wisata yang kami kunjungi di Pattaya ini lebih banyak dan beragam. Meskipun capek karena tour-nya seharian full, but it's fun. Namanya juga jalan-jalan, kan? 😛

Sampai ketemu di postingan saya yang ke-4, sekaligus menjadi postingan terakhir tentang jalan-jalan ke Thailand. See you!


Love.
Amelia Utami
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Categories

  • DRAMA KOREA (5)
  • KATA BICARA (4)
  • RANDOM (1)
  • REVIEW (49)
  • SahabatDifabel (1)
  • SHARING (24)
  • THOUGHT (81)
  • TRAVEL (17)

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (2)
    • ▼  November 2020 (1)
      • Dilema Penulis Pemula
    • ►  Januari 2020 (1)
  • ►  2019 (3)
    • ►  November 2019 (1)
    • ►  Oktober 2019 (1)
    • ►  Januari 2019 (1)
  • ►  2018 (7)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  Oktober 2018 (1)
    • ►  Maret 2018 (2)
    • ►  Februari 2018 (2)
    • ►  Januari 2018 (1)
  • ►  2017 (47)
    • ►  Desember 2017 (3)
    • ►  November 2017 (2)
    • ►  Oktober 2017 (1)
    • ►  September 2017 (5)
    • ►  Agustus 2017 (8)
    • ►  Juli 2017 (6)
    • ►  Juni 2017 (4)
    • ►  Mei 2017 (6)
    • ►  April 2017 (3)
    • ►  Maret 2017 (2)
    • ►  Februari 2017 (5)
    • ►  Januari 2017 (2)
  • ►  2016 (23)
    • ►  Desember 2016 (3)
    • ►  November 2016 (4)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Juli 2016 (3)
    • ►  Juni 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (1)
    • ►  April 2016 (3)
    • ►  Maret 2016 (1)
    • ►  Februari 2016 (2)
  • ►  2015 (44)
    • ►  Desember 2015 (2)
    • ►  November 2015 (2)
    • ►  Oktober 2015 (1)
    • ►  Agustus 2015 (4)
    • ►  Juli 2015 (5)
    • ►  Juni 2015 (6)
    • ►  Mei 2015 (15)
    • ►  April 2015 (1)
    • ►  Maret 2015 (3)
    • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  Januari 2015 (2)
  • ►  2014 (25)
    • ►  Desember 2014 (2)
    • ►  November 2014 (2)
    • ►  Oktober 2014 (1)
    • ►  September 2014 (4)
    • ►  Agustus 2014 (5)
    • ►  Juli 2014 (4)
    • ►  Juni 2014 (1)
    • ►  Mei 2014 (1)
    • ►  Maret 2014 (3)
    • ►  Februari 2014 (2)
  • ►  2013 (7)
    • ►  Desember 2013 (1)
    • ►  Agustus 2013 (2)
    • ►  April 2013 (2)
    • ►  Januari 2013 (2)
  • ►  2012 (13)
    • ►  Desember 2012 (2)
    • ►  Oktober 2012 (1)
    • ►  September 2012 (1)
    • ►  Agustus 2012 (4)
    • ►  April 2012 (4)
    • ►  Februari 2012 (1)

Pinterest

Visitors

Followers

Populer Post

  • Review Dilan Bagian Kedua : Dia adalah Dilanku Tahun 1991
    Hai, karena saya lagi "libur" puasa dan kebetulan laptop kakak saya lagi nggak di pake, ijinkan saya melanjutkan kembali posting...
  • Bulan Ramadhan : Waktunya untuk Lebih Intropeksi Diri
    Hai, baru bisa  update posting #30hariproduktifmenulis. Sebenarnya ini murni karena kemalasan saya. Maafkan *salim*. Karena sekar...
  • Pengalaman Belanja Buku Via Online
    Tulisan ini tidak bermaksud untuk mempromosikan sebuah akun... Membeli dan membaca buku adalah salah satu hobi saya yang cukup konsist...
  • Pengalaman Menjalankan Diet GM
    Duh, sebenarnya geli ya bikin postingan tentang diet. Seumur hidup saya nggak pernah menjalankan diet karena badan saya pernah terlalu...
  • Jangan Terjebak Cinta yang Rumit
    Perlu di sadari, kehidupan cinta di kehidupan nyata sangat berbeda dengan kehidupan cinta dalam drama korea. Apapun bisa terjadi ...

Profil

Foto saya
Amelia Utami.
Random blogger. Kadang suka nulis serius, kadang galau, tapi lebih sering curhat.
Lihat profil lengkapku

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates