Diberdayakan oleh Blogger.

Laporkan Penyalahgunaan

REVIEW SHARING THOUGHT TRAVEL

Amelia Utami.

"I never mean to start blogging, I think it's late. But if I didn't start to write, I would never start nothing"

Mari kita lanjutkan postingan selanjutnya tentang jalan-jalan ke Thailand. Di part 2 ini saya akan membahas tempat wisata mana saja yang saya kunjungi di kota Bangkok. 

Berbicara tentang Bangkok, yang baca postingan saya di instagram pasti sudah tau bahwa kota ini merupakan salah satu kota paling macet di dunia. Memang terasa sekali waktu kita banyak terbuang di jalan, terutama untuk menunggu lampu merah. But yeah karena ini kunjungan wisata jadi tidak terlalu membuat saya bete sebenarnya. Karena ketika mobil bus kami stuck, biasanya saya ambil foto jalanan atau gedung di kota Bangkok dari kaca jendela bus. 

Hari senin pukul 07.45 kami di jemput di hotel dan langsung menuju tempat wisata yang pertama, yaitu Wat Traimit atau lebih dikenal dengan The Temple of Golden Buddha. Namanya juga kunjungan wisata ke tempat suci ya, jadi kami dilarang berisik karena ada orang yang lagi sembahyang, tidak boleh menggunakan baju seksi (lagian saya pake hijab juga hehe), tidak boleh menggunakan kamera dengan lampu flash, harus melepaskan alas kaki dan tidak boleh foto selfie. Iya beneran. Jadi, kalau mau foto kita harus minta tolong ke orang atau guide.

Patungnya terbuat dari emas murni
Didepan foto mendiang Raja Thailand
Fyi, foto mendiang Raja ini terpampang hampir di seluruh jalan, gedung instansi pemerintah bahkan di pintu masuk tol! Menurut Ms Maya, masyarakat Thailand masih dalam suasana berkabung dan itu bisa berlangsung selama satu tahun. Wow!

Setelah melihat kemegahan Wat Traimit, kami menuju tempat wisata selanjutnya. Masih nuansa temple, kami mengunjungi candi paling cantik di Thailand, yaitu Wat Arun. Yang seru dari Wat Arun tentu saja kita harus menyebrangi sungai dengan menggunakan perahu untuk sampai kesana. Karena saya takut dengan air sungai, sepanjang menyebrang saya memegang tangan kakak saya dengan erat. Nggak berani foto. Nggak berani gerak. Pokoknya duduk diem aja. Berani ambil foto ketika perahu belum jalan. Cemen ya? Hahahaha

*aku nggak cocok main di air* 

Warna air sungainya sama ko kaya di Indonesia. Cokelat butek gitu.

Foto di ambil sebelum perahu jalan 😂

Salah satu bangunan yang ada di komplek Wat Arun
Saat kami kesana bangunan candi sedang di renovasi jadi kami tidak bisa masuk hiks. Harus puas hanya dengan berfoto dari luar bangunan saja.


Oh ya, yang mau beli oleh-oleh, pasar di dalam komplek Wat Arun bisa menjadi pilihan tepat. Selain harganya murah, penjualnya juga bisa ngomong Bahasa Indonesia. 

DAN LAGI, BISA BAYAR PAKE RUPIAH!

GIMANA PENGUNJUNG NGGAK PADA KALAP COBA!!!!!

Satu kaos harganya cuma 100 baht aja alias 40 ribu. Beli banyak bisa buat di jual lagi kan? *otak dagang* *padahal harus ingat bagasi*

Btw soal oleh-oleh. Sebenarnya saya bukan tipe orang yang kalau travelling suka beli oleh-oleh atau belanja. Kata orang mumpung lagi di luar negeri jadi harus belanja sepuasnya. Kalau saya kebalikannya, mumpung lagi di luar negeri saya mau ambil foto sepuasnya. Karena saya ingin kenangan saat travelling tidak hanya di abadikan di ingatan, tapi juga melalui gambar. Kalaupun beli oleh-oleh, ya paling untuk keluarga dan teman-teman terdekat saja. Buat diri sendiri? Haha kadang nggak kebeli.

Puas belanja di Wat Arun, perjalanan kami berlanjut ke MBK Mall untuk free time shopping! Iya, belanja lagi. *seketika langsung pelukin dompet* 

Kami dikasih waktu belanja di MBK hanya dua jam saja. Kalau saya dan kakak sih lebih milih ke Madame Tussaunds daripada belanja. Alasannya, MBK itu sama kaya mall-mall di Indonesia. Lagian belanja di mall harganya lebih nggak manusiawi di dompet saya *turis kismin*

Madame Tussaunds ini tidak termasuk ke dalam itinerary, jadi guide memberikan tambahan pilihan wisata tersebut kepada peserta tour. Tambahan biaya untuk tiket masuk Madame sebesar 800 baht (Rp. 320.000). Lumayan mihil ya, tapi kami pikir kapan lagi bisa foto dengan patung lilin tokoh-tokoh terkenal 😁

Bersama patung lilin Ir. Soekarno

Bersama patung lilin Lady Diana. Gue berasa pendek hahahaha
Ini Obama tinggi bener yaaaa 
Setelah dari Madame Tussaunds, kami turun ke bawah untuk jajan di Food Street. Buat yang mau coba jajanan Thailand, Food Street bisa jadi pilihan. Banyak makanan dan cemilan yang halal. Pilihan makanannya pun banyak.

Yang ada udangnya itu harganya 125 baht dan yang kaya pentol gitu 100 baht dapet 4 tusuk. Untuk rasa, not bad lah. 

Malam harinya, kami menikmati kota Bangkok dengan menonton pertunjukkan Cookin' Nanta Show. Show yang berasal dari Korea Selatan ini mempertunjukkan atraksi memasak yang kocak dan mengundang tawa dari 4 koki lucu dengan tingkah yang konyol.

Sayang sekali, selama pertunjukkan berlangsung penonton dilarang mengambil gambar atau video sama sekali. Jadi, tidak ada foto dokumentasi yang saya ambil hiks

Gambar di ambil dari http://www.sunburstadventure.com/cooking-nanta-show-bangkok.html

Sebenarnya nggak banyak tempat wisata yang kami kunjungi selama di Bangkok karena keterbatasan waktu dimana kami harus melanjutkan perjalanan ke Pattaya. Tempat wisata kaya Grand Palace dan Patung Buddha tidur nggak terkunjungi. Cuma lewat doang. Sedih, tapi overall puas dengan tempat-tempat wisata yang di kunjungi.

Sampai ketemu di postingan Part 3 tentang tempat wisata di Pattaya ya :)



Love.
Amelia Utami
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
*Judulnya kaya nama penyanyi kakak adik itu. Haha bae lah da kan perginya berdua sama kakak.

......

Setelah cukup mengistirahatkan badan yang rasanya lelah banget, hari ini saya akan mulai menyicil postingan tentang liburan saya ke Thailand beberapa hari yang lalu. 

Di bagian pertama ini saya akan membahas tentang hotel dan travel agent. Iya, saya menggunakan jasa travel agent untuk liburan ke Thailand. Alasannya, saya hanya pergi berdua dengan kakak perempuan saya, jadi kami nggak mau ambil resiko nanti tersesat atau sok-sokan pergi ala backpacker padahal kami belum cukup berani. Disamping itu juga kami sebagai mbak mbak kantoran nggak punya cukup waktu untuk mengurus booking pesawat, hotel dan bikin itinerary. 

Oke, saya bahas travel agent dulu. Saya menggunakan Alegre Tours dari Bandung (bisa cek di instagramnya @alegre_tours. Disana lengkap ada alamat dan kontak yang bisa dihubungi). Pemiliknya adalah temen kuliah kakak saya ketika di Unpas dulu. Jadi, kami percaya bahwa agent ini no tipu tipu.

Sumber foto : Instagram Alegre Tours
Kebetulan waktu bulan puasa kemarin ada promo Ramadhan Fair. Kami pilih paket yang kedua : Bangkok-Pattaya 4D3N (4 day 3 night). Jadi kami udah booking dari bulan Juni untuk keberangkatan September dengan menggunakan maskapai Air Asia dari Bandara Soetta, Tangerang. Harga tersebut belum termasuk uang saku, tambahan bagasi 20 kg dan tip tour guide. 

Berikut rincian biayanya :

  • Harga paket dari travel agent Rp. 2.999.000 (kita genapin aja jadi Rp. 3.000.000). Harga sudah termasuk tiket pesawat pp, bagasi kabin 7kg, tiket wisata, menginap di hotel selama 3 malam, meal 7x, snacks dan transport  bus AC selama di Thailand -termasuk antar jemput dari dan ke Don Muang Airport, Bangkok.
Bus yang menemani kami selama di Thailand.
  • Bagasi tambahan 20 kg sekitar Rp. 273.000. Usahakan bawa baju secukupnya saja dan cukup bawa satu sepatu agar menghemat biaya bagasi. Jadi, kita pesan bagasi one way saja pas pulang karena biasanya bawa oleh-oleh banyak.
  • Tip guide sebesar Rp. 270.000. Guide-nya orang Thailand yang lancar ngomong bahasa Indonesia.
Guide kami, Ms Waramas atau di panggil Ms Maya. Orangnya baik dan sabar banget 😁
  • Total bersihnya sekitar Rp. 3.543.000. Bagi saya untuk ukuran travel agent harga segitu termasuk worth it. Apalagi kita nggak mengeluarkan tenaga untuk urus sana sini 😁
Oh ya, meskipun pake travel agent, kami berangkat ke Thailand sendiri dan pulangnya pun begitu. Jadi, sistemnya tuh join tour. Peserta tour dari berbagai travel agent Indonesia akan bertemu di Thailand dan menggunakan travel agent yang sama, yaitu Sky Hub (nama travel agent Thailand) yang dimana guide-nya Ms Maya tersebut. Jumlah seluruh peserta 23 orang. Ada yang berasal dari Bekasi, Bandung, Samarinda dan Banjar Kalimantan.

Untuk tempat-tempat wisata nanti akan dibahas di postingan selanjutnya ya. Sekarang saya akan membahas hotel tempat kami menginap beserta meal-nya.

Berhubung kami flight di hari minggu pukul satu siang, mau nggak mau kami menginap semalam di hari sabtu. Sempet ada drama sedikit karena awalnya kami akan menginap di salah satu kerabat di Jakarta, tapi 2 hari sebelum berangkat dikasih kabar bahwa kerabat kami masih di luar kota. Dengan cepat, kakak saya langsung booking hotel lewat Traveloka. Kita menginap di Ibis Budget Airport, 10 menit ke bandara. Untuk lokasi, cek aja di google ya. Harganya Rp. 300.000/malam. Sudah termasuk sarapan dan gratis antar ke bandara. Buat yang butuh penginapan murah dekat airport, Ibis Budget bisa jadi pilihan tepat.


Kamarnya standar sih tapi bersih.

Selama di Thailand kita menginap di The Season Hotel Huamark Bangkok dan di The Season Hotel Pattaya. Alamatnya bisa cek di google 😁 Harganya sekitar 300 ribu. Bisa taunya darimana? Saya nggak sengaja lagi buka google map dan begitu ketik The Season Huamark akan muncul harganya dalam bentuk rupiah hehe.

Kamar di The Season Bangkok
Lobi The Season Bangkok
Kamar mandi di The Season Bangkok
The Season Bangkok ini letaknya masuk ke dalam gang. Belakang pusat perbelanjaan The Mall Huamark. Begitu tiba di hotel sambil menunggu teman saya yang tinggal di Bangkok datang, saya dan kakak jajan Mie Samyang di supermarket The Mall. Jangan lupa cek label halalnya ya 😊


Sarapan di The Season Hotel Bangkok
Untuk di The Season Pattaya saya nggak tau harganya berapa, tapi kamarnya nampak lebih bagus dari yang di Bangkok.




Sarapan di The Season Pattaya. Saya sendiri pilih makan roti dan pancake karena di beritahu sama Ms Maya kalau ada lauk dari daging Ham dan beberapa tumis sayur dari minyak babi.

Beberapa kekurangan dari The Season Hotel, baik di Bangkok maupun di Pattaya :

  1. Tidak di sediakan pasta gigi dan sikat gigi. Untung bawa dari rumah.
  2. Wifi hanya tersedia di lobi. Ini sih yang paling nyebelin. Saya sengaja nggak beli paket roaming biar mengandalkan wifi di kamar hotel. Nggak taunyaaaaa 😭
  3. Staff hotel tidak lancar berbicara bahasa inggris. Waktu kakak saya tanya arah mata angin barat dimana dan bilang "I'm muslim. I want to pray" tetep nggak ngerti dooong. Akhirnya saya sholat menghadap pintu sedangkan kakak saya menghadap jendela. Bodo amet yang penting niatnya sholat. Allah juga tau hahaha.

Untuk makan siang kami makan di Picnic Hotel Bangkok dan Kawasan Wisata Nong Nooch Village Pattaya.


The Picnic Hotel

Untuk makan malam kami makan di The Harbour Restaurant Pattaya dan A-One Hotel Bangkok.

The Harbour Pattaya. 
Dalam perjalanan ke Pattaya saya sempet masuk angin yang menyebabkan saya nggak nafsu makan malam padahal menu di The Harbour enak-enak hiks. Oh ya ini restaurant muslim jadi dijamin halal. Banyak orang Indonesia juga yang makan di sana hehehe. Yang paling seneng di sediakan tempat sholat juga.

Tempat wudhu di The Harbour

Makan malam di A-One Bangkok. Bola basonya enak banget!
Oh ya, semua meal ALL YOU CAN EAT!!!! Jadi bisa makan sepuasnya. Mau nambah juga boleh asal jangan di bungkus untuk di bawa pulang *orang Indonesia banget*

HAHAHAHA

Makanan Thailand itu sebenarnya nggak jauh beda sama Indonesia. Bedanya, rasa bumbu rempah-rempahnya lebih strong  dan baunya sampai kecium dari jauh. Terus rasa nasi gorengnya hambar jadi saya harus nambahin garam lagi hahaha. Untuk minuman kaya jus buah gitu wuiiiih manis banget. Pantas kata Ms Maya angka penderita diabetes di Thailand itu tinggi!


Snack yang di kasih Ms Maya 

Sekian reviewnya, semoga bermanfaat. Sampai ketemu di postingan selanjutnya di part 2 yaaa.



Love.
Amelia Utami
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Yang suka liat media sosial saya pasti sudah tau kalau beberapa minggu belakangan ini saya lagi demam sama salah satu drama korea. Yup, School 2017. Ini series School ketiga yang saya tonton setelah School 2013 dan 2015. Dan nampaknya akan menjadi series School favorit saya.

Malam tadi drama dengan jumlah episode 16 ini selesai tayang dengan perolehan rating hanya 4,6 % saja. Sedikit sekali memang kalau dinilai dari rating, tapi siapa yang peduli dengan rating? Kalau saya menikmati dramanya, saya nggak peduli. Bodo amet. Toh School 2015 juga nasibnya sama, meskipun rating rendah tapi berhasil memikat saya untuk menikmati dramanya sampai selesai.

Balik lagi ke School 2017, dari segi cerita memang tidak sekuat School 2013 dan 2015. Saya setuju dengan beberapa komentar netizen yang mengatakan bahwa plotnya agak berantakan. Bagi saya kesalahan itu masih bisa dimaafkan dengan akting dan chemistri para pemainnya yang adorable dan lovely sekali. Beneran deh, menurut saya, untuk ukuran aktor dan artis baru dalam drama, akting pemain School 2017 berhasil mencuri perhatian penonton.

Berikut review saya tentang drama School 2017.

BEWARE SPOILER!

Inti cerita sebenarnya tidak jauh beda dengan series School sebelumnya, yaitu tentang kehidupan anak sekolah beserta problematikanya. Ra Eun Ho (Kim Sejeong) adalah murid SMA berumur 18 tahun dengan peringkat akademik yang rendah. Namun Eun Ho memikiki kepribadian yang ceria dan suka menolong, pintar menggambar serta memiliki impian menjadi penulis webtoon. Suatu saat, Eun Ho terlibat masalah dengan murid yang terkenal suka buat onar dan anak direktur sekolah bernama Hyun Tae Woon (Kim Junghyun).

Di episode satu akting Sejeong langsung buat saya jatuh cinta. Sumpah, doi imut banget.🙈
Ngomong-ngomong tentang Sejeong, saya baru tau ternyata dia penyanyi jebolan dari Produce 101 dan sekarang personil girlband Gugudan. Lebih surprise lagi, School 2017 adalah drama pertama dia. Wow, bagi saya not bad loh aktingnya. Natural dan bikin gemes.

Selanjutnya kenalin murid tukang bikin onar, sikapnya dingin tapi wajahnya cakep, anak direktur sekaligus Mr. X yang suka melindungi kaum yang lemah *alah bahasamu, Ami 😂 : Hyun Tae Woon.

YANG SELALU BIKIN RUSUH TIMELINE. BODYNYA SENDER-ABLE BANGET KAN?
Ngomongin Hyun Tae Woon, udahlah saya udah paling lemah. Wajah cakep, ekspresi dingin dan tingkah konyolnya bikin noona senyam senyum bego sendiri 😍Siapa sangka, usia aslinya adalah 27 tahun, sudah wamil dan sudah lulus kuliah. KURANG LENGKAP APALAGI COBA? Mari kita panggil Oppa ~~~

Jujur saja, salah satu alasan saya menonton drama ini adalah karena mereka berdua. Scene favorit saya adalah ketika mereka saling mengganggu. Aw, chemistrinya dapet banget.

Salah satu scene dari banyak scene yang bikin gemas.
Kabar baiknya, scene pembulian di drama School 2017 ini nggak terlalu parah. Tokoh antagonisnya memang nggak segreget di School 2015, tapi tetap menarik ko. Oh ya, drama ini juga BEBAS SECOND LEAD. Jadi, nggak ada drama patah hati macam School 2015. Lagian sejak awal saya memang tim #TaeWonEunHo.

Dan adegan selanjutnya banyak yang bikin saya jerat jerit dan baper pengen balik ke anak SMA lagi ahahaha.




Dan yeah yang di tunggu-tunggu adalah ketika Tae Woon jatuh cinta pada Eun Ho dan menyatakan perasaannya. 


YA ALLAH PLEASE DEH KO MASA SMA MEREKA INDAH BANGET?

*Ujar netizen yang iri dan dengki

Dan berikut adalah scene-scene tergemas saat mereka sudah jadian.

PENONTON CUMA BISA SENYUM SENYUM.




Tae Woon ini gue curiga bukan anak SMA. Dia bisa seromantis itu gustiiiii.


Kayanya School 2017 ini kisah cinta anak sekolahnya lebih banyak deh ketimbang series sebelumnya. Selain Tae Woon Eun Hoo ada pasangan Dae Hwi Nam Joo yang kisah cintanya lumayan bikin baper.


Saya sebenarnya juga nge-ship mereka :


Yang menjadi nilai plus dari setiap series School adalah pasti sang tokoh utama memiliki sahabat yang baik. Dalam drama ini Eun Ho memiliki Sa Rang. Meskipun keduanya sempat terlibat konflik yang membuat hubungan mereka renggang, tapi mereka berdua bisa menyelesaikannya dengan baik.

Friendship Goals
Finally, I will missed drama a lot. Good casting, good chemistry and good story line for me. Once again, I don't care about rating because I love Tae Woon Oppa. Hahahhaa.

Pasangan soplak


Btw, BTS mereka juga gemesin. Liat aja di chanel KBS 2 di youtube. Bikin penonton susah bedain mana yang acting atau beneran. Hihi

I will miss you, X geng 😂

Dengan segenap hati, saya doakan semoga kalian langgeng sampai di kehidupan nyata. *jiwa shipper*

Kesimpulannya, School 2017 ini recommended untuk ditonton. Kisah persahabatan, mimpi dan cinta di bawakan dengan sangat apik oleh para pemainnya.

Can't wait to next School series! Xoxo 

Sumber foto :

Instagram
Twitter



Love.
Amelia Utami
Share
Tweet
Pin
Share
5 komentar
Newer Posts
Older Posts

Categories

  • DRAMA KOREA (5)
  • KATA BICARA (4)
  • RANDOM (1)
  • REVIEW (49)
  • SahabatDifabel (1)
  • SHARING (24)
  • THOUGHT (81)
  • TRAVEL (17)

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2020 (2)
    • ▼  November 2020 (1)
      • Dilema Penulis Pemula
    • ►  Januari 2020 (1)
  • ►  2019 (3)
    • ►  November 2019 (1)
    • ►  Oktober 2019 (1)
    • ►  Januari 2019 (1)
  • ►  2018 (7)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  Oktober 2018 (1)
    • ►  Maret 2018 (2)
    • ►  Februari 2018 (2)
    • ►  Januari 2018 (1)
  • ►  2017 (47)
    • ►  Desember 2017 (3)
    • ►  November 2017 (2)
    • ►  Oktober 2017 (1)
    • ►  September 2017 (5)
    • ►  Agustus 2017 (8)
    • ►  Juli 2017 (6)
    • ►  Juni 2017 (4)
    • ►  Mei 2017 (6)
    • ►  April 2017 (3)
    • ►  Maret 2017 (2)
    • ►  Februari 2017 (5)
    • ►  Januari 2017 (2)
  • ►  2016 (23)
    • ►  Desember 2016 (3)
    • ►  November 2016 (4)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Juli 2016 (3)
    • ►  Juni 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (1)
    • ►  April 2016 (3)
    • ►  Maret 2016 (1)
    • ►  Februari 2016 (2)
  • ►  2015 (44)
    • ►  Desember 2015 (2)
    • ►  November 2015 (2)
    • ►  Oktober 2015 (1)
    • ►  Agustus 2015 (4)
    • ►  Juli 2015 (5)
    • ►  Juni 2015 (6)
    • ►  Mei 2015 (15)
    • ►  April 2015 (1)
    • ►  Maret 2015 (3)
    • ►  Februari 2015 (3)
    • ►  Januari 2015 (2)
  • ►  2014 (25)
    • ►  Desember 2014 (2)
    • ►  November 2014 (2)
    • ►  Oktober 2014 (1)
    • ►  September 2014 (4)
    • ►  Agustus 2014 (5)
    • ►  Juli 2014 (4)
    • ►  Juni 2014 (1)
    • ►  Mei 2014 (1)
    • ►  Maret 2014 (3)
    • ►  Februari 2014 (2)
  • ►  2013 (7)
    • ►  Desember 2013 (1)
    • ►  Agustus 2013 (2)
    • ►  April 2013 (2)
    • ►  Januari 2013 (2)
  • ►  2012 (13)
    • ►  Desember 2012 (2)
    • ►  Oktober 2012 (1)
    • ►  September 2012 (1)
    • ►  Agustus 2012 (4)
    • ►  April 2012 (4)
    • ►  Februari 2012 (1)

Pinterest

Visitors

Followers

Populer Post

  • Review Dilan Bagian Kedua : Dia adalah Dilanku Tahun 1991
    Hai, karena saya lagi "libur" puasa dan kebetulan laptop kakak saya lagi nggak di pake, ijinkan saya melanjutkan kembali posting...
  • Bulan Ramadhan : Waktunya untuk Lebih Intropeksi Diri
    Hai, baru bisa  update posting #30hariproduktifmenulis. Sebenarnya ini murni karena kemalasan saya. Maafkan *salim*. Karena sekar...
  • Pengalaman Belanja Buku Via Online
    Tulisan ini tidak bermaksud untuk mempromosikan sebuah akun... Membeli dan membaca buku adalah salah satu hobi saya yang cukup konsist...
  • Pengalaman Menjalankan Diet GM
    Duh, sebenarnya geli ya bikin postingan tentang diet. Seumur hidup saya nggak pernah menjalankan diet karena badan saya pernah terlalu...
  • Jangan Terjebak Cinta yang Rumit
    Perlu di sadari, kehidupan cinta di kehidupan nyata sangat berbeda dengan kehidupan cinta dalam drama korea. Apapun bisa terjadi ...

Profil

Foto saya
Amelia Utami.
Random blogger. Kadang suka nulis serius, kadang galau, tapi lebih sering curhat.
Lihat profil lengkapku

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates